Kangen Kamu Sof!

February 2nd, 2015 § 1 comment § permalink

Sofia Bersama Aisyah

Sofia. Anak kedua, dia spesial karena secara sifat, wajah dan pembawaannya berbeda dengan kakaknya (Aisyah) dan adiknya (Ali). Aisyah dan Ali cenderung pemberani, sementara Sofia cenderung pemalu. Di luar rumah, di dekat orang yang tak dikenalnya Sofia cenderung diem seribu bahasa. Bahkan sering tampak tak bisa bicara.

Aisyah dan Ali cenderung nekat, tak kenal takut. Semua hal dicoba. Sementara Sofia cenderung berhati-hati dan penakut. Ketika kami ajak mereka ke kolam renang. Aisyah dan Ali nyebur ngga kenal takut. Bahkan Ali yang masih 1.5 tahun sudah nekat masuk-masuk ke kolam yang dalam. Sementara Sofia, digendongpun dia menangis ketika dibawa masuk ke dalam kolam air.

Aisyah dan Ali cenderung ceriwis, pembelajar dan ngga bisa diam. Sementara Sofia, cenderung melihat, pasif dan pendiam. Kecuali kalau dia berada di lingkungan yang dia kenal, misal di tengah bapak ibunya.

Aisyah dan Ali cenderung mirip Ibunya. Sementara Sofia, menurut pengakuan banyak anggota keluarga. Dia lebih mirip wajahku. Persis wajahku ketika aku dulu kecil.

Dan masih banyak hal lainnya yang membuat dia berbeda. Dia spesial!

Sofia, anakku yang kedua.

Kemarin 13 Januari 2015 adalah ulang tahunnya yang ke 3. Tak ada perayaan khusus, karena kami sekeluarga membiasakan tak memperingati ulang tahun, hanya beberapa roti coklat kami belikan untuk anak-anak semua sembari mengingatkan bahwa usia Sofia sudah beranjak 3 tahun.

Sebentar lagi mau masuk PAUD. Masuk Play Group…

Kami ingatkan agar ia semakin baik, semakin solihah, dan kalau bisa mengurangi ngompol…

Begitu cepat waktu berlalu, hari-hari seru dengan ketiga anak-anak yang masih kecil kami habiskan bersama Mbah Putri, istriku. Seru itu maksudnya rame. 3 anak spesial yang super dengan pembawaan yang wow!

Hingga akhirnya, kemarin 24 Januari 2015 adikku Angga wisuda dari Universitas Brawijaya. Semua keluarga datang, sedihnya begitu mau pulang Sofia hendak dibawa ke Banyuwangi. Seperti biasa…

Dulu Aisyah juga begitu. Ketika belum sekolah, sering wira-wiri ke rumah mbahnya di Malang Selatan dan di Banyuwangi. Gantian. Mengingat keluarga saya dan keluarga Mbah Putri adalah keluarga kecil. Masing-masing hanya 2 anak. Begitu anak besar, siapalah yang jadi penghibur kecuali cucu.

Begitu Aisyah masuk sekolah, Sofia dapat giliran sering wira-wiri Malang Selatan – Banyuwangi untuk menemani mbahnya. Tak tanggung-tanggung biasanya mereka di rumah mbahnya sampai berminggu-minggu. Bahkan tembus 1 bulan. Alhamdulillah tidak ada yang rewel. Semua krasan bersama mbahnya. Baik di Malang Selatan maupun yang di Banyuwangi.

Sofia Anak Kedua Mbah Jiwo

Sofia Anak Kedua Mbah Jiwo

Kini seminggu Sofia di Banyuwangi, yang tersisa hanya suaranya yang syahdu menyebut kata YEISSS… dan senyumnya yang imut, sembari tangan kecilnya yang sering menggelayut manja ke saya atau ke ibunya. Ibunya sering curhat kangen ke Sofia, saya selalu menepis agar ia merelakan. “Gapapa lah, wong main sama utinya… Sofia pasti seneng digendong terus, di Malang ngga ada yang gendong…”

Jauh di dalam hatiku, aku merasa lebih kangen dari ibunya. Semoga kamu cepat pulang nak, ayahmu ini kangen…

Ali, Yang Ditunggu-tunggu…

December 9th, 2014 § 0 comments § permalink

Ali, Yang Ditunggu-tunggu...
Ali, Yang Ditunggu-tunggu...

Ali

Ali namanya, anak Mbah Jiwo yang ketiga. Anaknya aktif, energik, dan kayaknya tidak terlalu banyak bicara (tidak seperti mbaknya…hehehe…). Ali adalah anak laki-laki pertama mbah, insyaAllah kalau diijinkan nanti pengen punyak anak laki-laki lagi. Semoga Mbah Putri masih diberi kekuatan… #pembacaberdoa

Ali lahir tanggal 11 Agustus persis tanggal lahir AREMA. Ia lahir beberapa hari setelah lebaran tahun 2014. Berhari-hari kami menunggu, kelahirannya mundur dari jadwal perdiksi kalender. Kami sekeluarga waktu itu penasaran sekali, seperti apa wajahnya, seperti apa suaranya. Dan, seperti apa itu rasanya punya anak laki-laki.

Penasaran sekali.

Hingga akhirnya malam itu ia hadir di dunia ini, tangisnya memecah kesunyian. Lega, syukur dan gembira menyelimuti saya malam itu, saya gendong ia saya endus-endus baunya. Subhanallah, terimakasih untuk Mbah Putri yang udah berjuang ketiga kalinya. Syukur kepada Allah atas nikmat ini.

Ali, selamat datang di dunia ini semoga kelak engkau jadi anak yang sholeh. Yang jauh lebih baik dari ayahmu ini…

Perkenalkan Ali, yang ditunggu-tunggu…

 

Aisyah dan Aisyah r.a.

November 5th, 2014 § 0 comments § permalink

Aisyah dan Aisyah r.a.

Aisyah dan Aisyah r.a.Update dulu ya. Aisyah saat ini berusia 5 tahun (lebih sedikit), saat ini ia sudah bersekolah TK B. Itu artinya, insyaAllah jika tak ada halangan ia akan masuk SD tahun ajaran depan (2015). Ia berkembang begitu cepat, berhitung, menulis, membaca, mengenal warna, hewan, buah dll ia pahami dengan cepat.

Aisyah memang pembelajar sejati, pagi siang sore dan malam ia habiskan untuk membaca. Bahkan ke tempat tidur ia membawa buku. Kalau tidak membaca, menulis, kadang menggambar.

Sebagai ayah, aku sangat bersyukur di-amanahi anak pertama sepertinya. Alhamdulillah… :)

Di usianya yang belum 6 tahun ia memang “dipaksa keadaan” untuk menjadi lebih dewasa. Saat ini ia sudah punya adik 2. Sofia yang berusia mau 3 tahun, dan Ali yang baru saja melewati 1 tahun.

Mau tidak mau ia kebagian tanggung jawab untuk menjaga adik-adiknya. Bahkan tidak jarang ia kena marah karena kelakuan adik-adiknya. Ya, di bagian ini itu kesalahan kami sebagai orang tua yang kurang sabar. Padahal sesama anak-anak, mereka tak pernah salah. Mereka masih dalam usia belajar.

Aisyah menjadi kakak yang baik. Baik sekali. Bahkan sering sikapnya mengejutkan saya. Saat dia ada masalah dengan sepatu misalnya suatu hari, saya bertanya, “Ada apa kak?” Dia menjawab ringan, “Ngga, ngga apa-apa”. Sambil terus berusaha menyelesaikan masalah sepatunya itu. Allahuakbar…

Aisyah, semoga engkau kelak jadi anak salihah yang sukses ya nak. Amin!!

Suatu malam ketika membaca buku hadits, betapa terkejutnya ia. Ia berteriak penuh kegirangan, dan berkata pada saya, “Loh…loh… ini ada Aisyah-nya…”. Sambil ia menunjuk terjemahan hadits yang memang ada kata Aisyah di dalamnya.

Disitu ia menemukan satu hadits, yang diriwayatkan oleh Aisyah istri Nabi. Perempuan mulia yang menjadi ibu bagi kaum muslimin. Namanya memang sama, dan kini dia mulai tahu, bahwa namanya sama dengan nama istri Nabi. Memang dari situlah ide nama Aisyah. Sebuah nama sederhana, satu kata namun penuh dengan doa-doa. Semoga engkau bisa menauladaninya kelak ya Aisyah…

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Mbah Jiwo at Mbah Jiwo.